Senin, 03 April 2017

Ketundukan Umar bin Al-Khathab Kepada Kebenaran

Salah satu hikayat tentang ketundukan Umar bin Al Khathab kepada kebenaran, bahwa ketika menjadi khalifa, dia mengeluarkan keputusan dengan menentukan harga mahar agar tidak dipermahal. Dengan demikian, urusan pernikahan menjadi mudah, meringankan beban para pemuda dan pemudi untuk membangun mahligai rumah tangga. Hal ini juga akan berpengaruh positif kepada kehidupan sosial masyarakat yang dipimpinnya. Umar berkhutbah di hadapan kaum muslim dan menyampaikan pandangannya tentang mahar. Dia tentu punya alasan yang benar dan tepat untuk itu. tetapi tiba-tiba seorang wanita berkata kepadanya, "Bukan demikian wahai Umar,  sebab Allah سبحانه وتعالى berfirman,
 وَّاٰتَيْتُمْ اِحْدٰٮهُنَّ قِنْطَارًا
"Sedang kamu memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak." (An-Nisa': 20).
Umar lalu berkata, "Seorang wanita telah mendebat Umar, wanita itu benar dan laki-laki ini (Umar)  berada dalam posisi yang salah."
Seandainya Umar bin Al-Khathab tidak memiliki fitrah suci untuk kembali kepada kebenaran maka ia pasti berupaya menemukan alasan-alasan fikih yang bisa menguatkan pandangannya sekaligus membantah pandangan wanita itu. Akan tetapi, hal itu tidak terjadi, Umar tidak merasa gengsi untuk mengumumkan kepada masyarakat luas bahwa dia bersedia mencabut perkataannya dan kembali kepada kebenaran. Dia tidak sungkan dan merasa beban, malu atau minder pada saat dirinya melakukan itu (Al-Akhlaq Al-Islamiyah wa Asasuha).

Sumber:
Adabus Salaf fi At-Ta'amul ma'a An-Nas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar